Cari Blog Ini

Senin, 01 April 2013

PENGGUNAAN MAKROMEDIA FLASH SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN YANG INTERAKTIF DAN KOMUNIKATIF


A.  Rasional
Kegiatan belajar-mengajar tidak lepas dari banyaknya kendala, kendala tersebut dapat berasal dari manusia sebagai subjek dan objek, sarana dan prasarana, maupun kendala waktu. Kedala yang berasal dari manusia adalah kemauan dan kemampuan baik dari subjek maupun dari objek. Disisi lain pemberi materi atau pengajar juga dapat besifat monoton dalam menyampaikan materi, sehingga penerima materi cepat merasa bosan. Penerima materi sangat tertarik ketika berada pada pertemuan pertama dan kedua karena merasa ada hal yang baru, pada pertemuan selanjutnya jika tidak ada inovasi metode maka penerima materi menjadi mudah bosan dan materi yang disampaikan tidak dapat terserap maksimal. Sarana dan prasarana dalam pembelajaran sangatlah mendukung keberhasilan proses belajar-mengajar. Sarana dan prasarana memudahkan pemberi materi dalam menyampaikan materi, dan penyerapan materi oleh penerima materi. Ruang dan waktu juga mempunyai andil yang besar sebagai salah satu kendala.
Sekolah Menengah Kejuruan salah satu tujuannya adalah mencetak lulusan yang kompeten dalam bidangnya,  untuk mencapai tujuan ini maka diperlukan keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar baik dalam teori maupun prakteknya. Media yang dimiliki SMK untuk  melaksanakan pembelajaran tidak selengkap yang berada dunia industri, selain itu keterbatasan waktu juga menambah kendala dalam pencapaian kompetensi pembelajaran yang utuh. Untuk mengurangi kendala tersebut dibutuhkan proses pembelajaran yang komunikatif, interaktif dan memanfaatkan teknologi yang mampu memberikan gambaran kompetensi secara utuh dalam waktu yang terbatas terutama dalam pembelajaran teori.
B.  Rumusan Masalah
Dari rasional masalah diatas dapat dirumuskan masalah menjadi beberapa poin berikut ini :
1.   Dibutuhkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik untuk mengaktifkan penerima materi dan membuat tidak cepat bosan.
2.   Saran dan prasarana di lembaga sekolah tidak selengkap di dunia industri maka dibutuhkan solusi cerdas untuk mengikuti perkembangan di industri.
3.   Waktu yang terbatas untuk proses pembejaran harus teratasi supaya kompetensi yang diajarkan dapat  terserap maksimal dan utuh.
C.  Pembahasan
Proses pembelajaran sangat penting untuk keberhasilan kompetensi terutama ketika melaksanakan praktik. Tanpa ada landasan teori yang kuat, ketika praktik peseta didik hanya melaksankan sebatas melaksankan kewajiban tanpa tahu apa yang harus dikuasainya. Dalam pembelajaran teori tidak dipungkiri peserta didik merasa bosan dengan apa yang disampaikan oleh pengajar. Untuk mengurangi kendala tersebut maka kegiatan belajar mengajar harus dibuat lebih interaktif, komunikatif, dan menarik sehingga siswa dapat menyerap materi secara maksimal dan tidak cepat merasa bosan. Usaha tersebut dapat memanfaatkan multimedia yang memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran. Terlebih lagi materi yang disampaikan untuk anak SMK lebih banyak bersifat kognitif. Apabila pengajar dalam menyampaikan materi hanya menggunakan lisan dan tulisan di papan tulis maupun whiteboard maka dimungkinkan peserta didik cepat merasa bosan. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan pembelajaran yang lebih menarik dengan memanfaatkan keunggulan komputer dan proyektor sebagai salah satu alat untuk multimedia yang praktis dan menarik.
Komputer dapat menampilkan teks, gambar, grafik, animasi, suara maupun video. Adanya teks gambar maupun animasi yang dapat ditampilkan dalam satu alat akan menambah minat peserta didik dan materi yang disampaikan akan lebih termemori karena selain mendengar dan menulis siswa dapat melihat yang disampaikan oleh pengajar. Multimedia yang ditampilkan komputer pun dapat lebih interkatif dan menarik, karena disamping tidak monoton juga tampilan yang diberikan terutama efek warna dapat dibuat semenarik mungkin. Tampilan warna sangat berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar yang maksimal, selain warna gerak ataupun animasi pada tampilan dapat memperjelas pengajar dalam menyampaikan materi.
Pemanfaatan multimedia sebagai salah satu sarana pembelajaran dapat mempersingkat waktu yang terbatas dalam proses pembelajaran karena poin-poin penting materi dapat tersampaikan secara jelas, lebih menarik dan tidak memakan banyak waktu. Disisi lain keterbatasan sarana praktek yang dimiliki sekolah dapat diatasi. Mulai dari bentuk sampai komponen yang digunakan dan cara kerja dapat ditampilkan tanpa menghilangkan kemenarikan dari multimedia dan dapat mewakili penjelasan menggunakan benda aslinya. Multimedia yang digunakan untuk memperjelas materi dan menarik adalah macromedia flash.
Makromedia flash dapat menampilkan teks, gambar, animasi, maupun suara  yang dibuat dapat dikontrol sehingga pengajar dapat mengatur tempo penyampaian materi. Animasi yang ditampilkan lebih menarik dan lebih detail sehingga penampilan maupun materi yang disampaikan menjadi lebih nyata seperti menggunakan benda asli. Jenis huruf yang digunakan macromedia flash tidak akan berubah walaupun komputer yang digunakan berbeda dan tidak memilki jenis huruf yang ada pada komputer pembuat. Macromedia flash juga dapat dijalankan komputer manapun tanpa harus menginstal program flash terlebih dahulu karena output file dapat berupa executable(.exe). gambar pada flash ketika diperbesar tidak akan pecah karena merupakan gambar vektor, dan ukuran output file macromedia flash. Keunggulan yang dimiliki macromedia flash ini dapat mengatasi keterbatasan waktu dan keterbatasan sarana yang dimiliki sekolah, sehingga materi dapat tersampaikan secara utuh dan menarik.
D.  Simpulan
Komputer dapat menampilkan teks, gambar, grafik, animasi, suara maupun video. Adanya teks gambar maupun animasi yang dapat ditampilkan dalam satu alat akan menambah minat peserta didik dan materi yang disampaikan akan lebih termemori. Multimedia yang ditampilkan komputer pun dapat lebih interkatif dan menarik, karena tidak monoton juga efek warna dapat dibuat semenarik mungkin, selain warna gerak ataupun animasi pada tampilan dapat memperjelas pengajar dalam menyampaikan materi. Pemanfaatan multimedia sebagai salah satu sarana pembelajaran dapat mempersingkat waktu yang terbatas karena poin-poin penting materi dapat tersampaikan dan lebih menarik, keterbatasan sarana praktek yang dimiliki sekolah dapat diatasi. Makromedia flash dapat menampilkan teks, gambar, animasi, maupun suara  yang dibuat dapat dikontrol sehingga pengajar dapat mengatur tempo penyampaian materi. Animasi yang ditampilkan lebih menarik dan lebih detail sehingga penampilan maupun materi yang disampaikan menjadi lebih nyata seperti menggunakan benda asli. Keunggulan yang dimiliki macromedia flash ini dapat mengatasi keterbatasan waktu dan keterbatasan sarana yang dimiliki sekolah, sehingga materi dapat tersampaikan secara utuh dan menarik.
E.  Pustaka
Hariman, James R. 1993. Multimedia Untuk Komputer Anda. Jakarta : Dinastindo.
Pramono, andi. 2004. Presentasi Multimedia dengan Makromedia Flash. Yogyakarta : CV ANDI OFFSET.
Sudarmawan, S.T, M.T dan Doni Ariyus. 2007. Interaksi Manusia dengan Komputer. Yogyakarta : CV ANDI OFFSET.

TANYA JAWAB SEPUTAR FILSAFAT ILMU


1.    Jelaskan ciri berfikir radikal, universal, dan sistematik serta ilustrasi contoh untuk pelengkap jawaban.
Jawab :
Ciri berfikir radikal adalah merupakan cara berfikir manusia dalam mememcahkan masalah yang tidak hanya mengakar pada substansi tertentu tetapi sampai keakar-akar masalah tersebut sehingga pandangan terhadap masalah tersebut luas.
Contoh ilustrasi : ketika rapat penetapan Standar kompetensi sebuah mata pelajaran yang akan digunakan sering kali terjadi perbedaan pendapat dari forum, sehingga sering kali tidak mendapat jalan keluarnya. Untuk memecahkan masalah seperti ini forum harus mencoba berfikir sampai ke akar-akarnya tentang tujuan kompetensi lulusan yang akan dicapai. Diharapakan dengan berfikir seperti ini akan lebih menyatukan pendapat dan menyamakan tujuan yang tadinya masih berbeda pemahaman.
Ciri berfikir universal adalah merupakan cara berfikir manusia dalam menyikapi sebuah masalah secara umum dan tidak terikat pada salah satu metode atau pedoman tertentu, sehingga dengan jawaban dari masalah tersebut benar-benar bebas dan jawaban satu masalah dari tiap-tiap orang selalu berbeda.
Contoh ilustrasi : saat menghadapi masalah yang menyangkut masa depan sering kali kita bimbang untuk memilih jalan yang akan ditempuh, sehingga untuk menyelesaikan masalah tersebut kita harus berfikir secara umum dan bebas, sehingga tercermin jelas tujuan hidup yang akan kita capai, dari pola pikir seperti ini kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan maslah yang sering kali menyulitkan.
Ciri berfikir sistematik adalah merupakan cara berfikir manusia dalam menyelesaikan masalah dengan cara berfikir yang berurutan dan bertahap sesuai dengan tahapan penyelesaian masalah tersebut, sehingga pola pikir yang tercipta merupakan pola pikir yang terstruktur.
Contoh ilustrasi : ketika kita melakukan Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan prestasi belajar siswa maka kita harus melaksanakannya secara berurutan, sehingga kita harus berfikir tahap demi tahap yang harus kita kerjakan sehingga tujuan semula tercapai.
2.    Perbedaan antara simbolic interractionism, phenomenology, dan hermeneutic. Jelaskan pula keterkaitannya dengan penelitian kualitatif yang terkait dengan validitas dan analisis data.
Jawab :
Simbolic Interactionism berasal dari disiplin sosiologi, disini terdapat beberapa ciri-ciri yang mendasari pemikiran tersebut yaitu interaksi dan tingkah laku manusia dilakukan melalui lambang-lambang yang mengandung arti, orang menjadi manusia setelah berinteraksi dengan orang lain, masyarakat merupakan himpunan orang yang saling berinteraksi, manusia secara sukarela aktif membentuk tingkah lakunya sendiri, proses berfikir manusia melibatkan interaksi dalm dirinya, manusia membangun tingkah lakunya untuk melakukan tindakan, dan unutk memahami tingkah laku manusisa diperlukan penelaahan tingkah laku. Validitas dan analisis data unutk penelitian jenis simoblic intercactionism ini peneliti harus turut serta dalam intraksi sehingga data yang didapat benar-benar data yang valid dan proses penyimpulan data untuk proses analisis..
Filsafat hermeneutic Dalam Organon, Peri hermēneias dipaparkan kata-kata yang diucapkan adalah simbol dari sebuah pengalaman mental, dan kata-kata yang ditulis adalah simbol dari kata-kata yang diucapkan. Tulisan ini dipercaya menjadi titik tolak bagi dimulainya pembahasan hermeneutika di era klasik.  Ada dua dimensi besar dalam hermeneutik yaitu hermeneutika intensionalisme dan hermeneutika gadamerian. Intensioanalisme diawali sejak hermeneutika romantisis dengan tokohnya Schleiermacher. Pokok pikiran Hermeneutika intensional ini adalah bahwa makna adalah maksud atau instensi produsernya. Dengan kata lain, makna kata sesungguhnya telah ada di balik kata itu sendiri. Makna telah menanti, dan tinggal ditemukan oleh penafsirnya, dan itu adalah tugas pembaca untuk mencarinya. Menurut hermeneutika intensionalisme, makna adalah niat atau kemauan yang diwujudkan dalam suatu tindak atau produknya seperti teks misalnya, sehingga makna sudah ada dan hanya akan keluar jika diinterpretasikan. Pengertian ini didasarkan pada arti “makna” (meinen), yang menunjukkan arti bahwa makna suatu teks, tindak, hubungan, dan seterusnya adalah sesuatu yang ada dalam pikiran produsen, yang kemudian dikeluarkan melalui suatu tindak seperti memproduk teks. Dengan kata lain makna telah ada dan menanti untuk dipahami. Makna hanya berasal dari aktifitas produsen teks, bukan dari aktifitas orang lain, termasuk aktifitas interpretasi penafsir. Dengan kata lain, pembaca atau penafsir harus memahami teks yang ia baca, dan pembaca atau penafsir dapat menangkap konsepsi pengarang mengenai fakta situasinya, keyakinan, dan keinginannya, namun dengan catatan penafsir harus menemukan alasan pelaku bersikap seperti yang diperlihatkan. Dalam proses analisis untuk sebuah penelitian, seorang peneliti hanya melakukan simpulan terhadap keadaan yang sudah terjadi tanpa ada campur tangan dari peneliti tersebut. Untuk keabsahan data yang didapat peneliti harus mencari tahu sebanyak-banyaknya dari orang lain selain yang diteliti sehingga mendapat pandangan yang luas dari objek yang sedang diteliti.
Filsafat phenomologi adalah suatu analisis deskriptif serta introspektif mengenai kedalaman dari semua bentuk kesadaran dan pengalaman-pengalaman yang didapat secara langsung seperti religius, moral, estetis, konseptual, serta indrawi. Ia juga menyarakan fokus utama filsafat hendaknya tertuju kepada penyelidikan tentang Labenswelt (dunia kehidupan) atau Erlebnisse (kehidupan subjektif dan batiniah). Fenomenologi sebaiknya menekankan watak intensional kesadaran, dan tanpa mengandaikan praduga-praduga konseptual dari ilmu-ilmu empiris. Fenomenologi menekankan upaya menggapai fenomena lepas dari segala presuposisi. Semua penjelasan tidak boleh dipaksakan sebelum pengalaman menjelaskannya sendiri dari dan dalam pengalaman itu sendiri. Dengan begitu, fenomenologi mencoba menepis semua asumsi yang mengkontaminasi pengalaman konkret manusia. Selain itu, filsafat fenomenologi berusaha untuk mencapai pengertian yang sebenarnya dengan cara menerobos semua fenomena yang menampakkan diri menuju kepada bendanya yang sebenarnya. Usaha inilah yang dinamakan untuk mencapai “hakikat segala sesuatu”. Secara etomologis, asal kata fenomenologi (Inggris: Phenomenology) berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampaknya, atau ilmu tentang gejala-gejala yang menampakkan diri pada kesadaran. Hegel (1807) menyebutkan pengertian fenomenologi dengan merumuskannya sebagai ilmu mengenai pengalaman kesadaran, yakni suatu pemaparan dialektis perjalanan kesadaran kodrati menuju kepada pengetahuan yang sebenarnya, fenomena tidak lain merupakan penampakkan atau kegejalaan dari pengetahuan inderawi: fenomena-fenomena merupakan manifestasi konkret dan historis dari perkembangan pikiran manusia. Kevalidan data pada penelitian ini hanya sekedar pada kejadian yang terlihat nyata atau kasat mata sehingga fenomena yang terjadi tidak kasat mata dianggap tidak berengaruh. Begitu juga ketika melakukan analisis data yang terkumpul sebab atau akibat yagn ditimbulkan dalam suatu masalah yang dikaitkan hanya kejadian yang nyata atau logis saja.
3.    Aliran utama berfikir positivistik, postpositivistik, dan critical theory. Jelaskan perbedaan ketiga aliran berfikir ini.
Jawab :


Sudut Pandang
Positivistik
Postpositifistik
Critical Theory
Ontologis
Ada realitas yang real/nyata yang sudah diatur oleh kaidah-kaidah tertentu yang berlaku universal.
Realitas merupakan konstruksi sosial dan kebenaran suatu realitas bersifat relatif, berlaku sesuai konteks spesifik yang dinilai relevan oleh pelaku sosial.
Realitas yang teramati merupakan realitas semu (virtual reality) yang terbentuk oleh proses sejarah dan kekuatan sosial, budaya dan ekonomi politik.
Epistemologis
Ada realitas obyektif, sebagai suatu realitas yang eksternal di luar diri peneliti. Peneliti harus sejauh mungkin membuat jarak dengan obyek penelitian supaya benar-benar tidak ada kontak antara peneliti dengan yang diteliti.
Pemahaman suatu realitas atau temuan suatu penelitian merupakan produk interaksi peneliti dengan yang diteliti.
Hubungan peneliti dengan yang diteliti selalu dijembatani nilai-nilai tertentu.
Metodologis
Pengujian hipotesis dalam struktur hypothetico-deductive method melalui lab eksperimen atau survey eksplanatif dengan analisis kuantitatif.
Menekankan empati dan interaksi dialektis antara peneliti-responden untuk merekonstruksi realitas yang diteliti melalui metode-metode kualitatif seperti participant observation.
Mengutamakan analisis komprehensif, kontekstual dan multi-level analysis yang bisa dilakukan melalui penempatan diri sebagai aktivis/partisipan dalam proses transformasi sosial.
Aksiologis
Nilai etika dan pilihan moral harus berada di luar proses penelitian. Peneliti berperan sebagai disinterested scientist. Tujuan penelitian adalah untuk eksplanasi, prediksi dan kontrol atas realita yang terjadi.
Nilai etika dan pilihan moral merupakan bagian tak terpisahkan dari penelitian. Peneliti sebagai passionate participant, fasilitator yang menjembatani keragaman subyektifitas pelaku sosial. Tujuan penelitian untuk rekonstruksi realitas sosial secara dialektis antara peneliti dan yang diteliti .
Nilai etika dan pilihan moral merupakan bagian tak terpisahkan dari penelitian. Peneliti menempatkan diri sebagai transformative intellectual, advokat dan aktifis. Tujuan penelitian: kritik sosial,transformasi, emansipasi dan social empowermen

4.    Masih terkait dengan pertanyaan nomor 2 jelaskan praksisnya dalam mencari kebenaran terutama pada metodologi penelitian.
Jawab :
Pada penelitian kualitatif penelitian tersebut berfungsi untuk interpretasi subjek yang diteliti dan merupakan fenomena sosial dalam masyarakat, dalam penelitian ini peneliti dibuat sedekat mungkin dengan objek yang diteliti sehingga dimungkinkan didapat data sebanyak-banyaknya yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian karena realitas sosial selalu berubah setiap waktu. Pada penelitian kualititif teori tidak digunakan sebagai panduan penelitian tetapi teori muncul berdasarkan data empirik yang ditemukan. Proses penelitian kualitatif cenderung tidak berstruktur, konsep yangdigunakan bisa saja konsep yagn belum mendapatkan definisi dan dijabarkan secara ketat, perumusan permasalahan yang akan diteliti mungkin juga ditemukan setelah mendapatkan data dilapangan , instrumen yang digunakan untuk penelitian pun tidak terstruktuk atau insidental sesuai dengan keadaan sosial dilapangan. Tahap pengumpulan data dan analisis tidak dipisahkan secara ketat karena penelitian kualitatif berfungsi unutk mencari “suatu kebenaran”, sehingga proses analisis data dilakukan setelah semsnjak didapat data awal dengan kata lain proses analisis data dilaksanakan sepanjang peneliti melakukan penelitian.
5.    Filsafat Postmoderensime pada dasarnya dilatar belakangi ketidakpuasan terhadap dampak negatif dari modernisme yang positivistik. Beri contoh dari efek modernisme dan contoh-contoh konseptual yang diberikan aliran ini untuk memecahkan masalah tersebut.
Jawab :
Efek modernisme adalah manusia berfikir pada satu jalur dan satu arah (linear), dan terpaku pada satu titik pemecahan tidak mencari pandangan lain (kreatif) dalam memecahkan masalah sehingga dengan permasalahan yang semakin kompleks cara berfikir modernisme tidak akan mampu memecahkan atau menyelesaikannya.
Contoh konseptual dalam memecahkan maslah dalam postmodernisme adaalh berfikir dengan cara kreatif dan berfikir dengan banyak pandangan multi paradigma, selain itu dalam pemikiran postmodernisme tidak ada cara berfikir satu arah karena pada postmodernisme pemikiran harus berlandaskan kreatifitas dan kebebasan sehingga muncul ide-ide yang baru untuk pemecahan sebuah masalah baru. Ketika mendapatkan masaah dalam pendidikan tidak hanya diselesaikan melalui satu metode dalam proses penyelesaiannya, tetapi juga mencoba dengan metode lain untuk mencari kefektifan berfikir dan pemecaham masalah yang lebih baik dan lebih efisien.
6.    Bagaimana peranan etika dan moral dalam upaya mengatasi kekacauan dalam berbagai kehidupan saat ini ? Jelaskan juga perlunya etika dan moral dalam pengembangan IPTEK.
Jawab :
Etika dan moral berperan untuk mengendalikan tingkah laku manusia yang bernilai baik dan buruk, dengan adanya etika dan moral maka kehidupan manusia secara tidak langsung sudah ada yang mengatur walaupun bukan dengan aturan tertulis. Etika dan Moral yang terus menerus diperhatikan dan ditegakkan akan membatasi ruang gerak manusia supayat tetap berlaku baik. Untuk pengembangan ilmu dan teknologi etika dan moral juga sangat berpengaruh, karena pada perkembangannya IPTEK tidak sesuai apa yang rencanakan mulanya. Sehingga kaidah diciptakannya ilmu dan teknologi tetap unutuk mempermudah dan mempercepat kerja manusia bukan untuk saling membunuh atau saling menindas.

RUANG LINGKUP DAN KEDUDUKAN FILAFAT ILMU


A.      Pendahuluan
Ruang lingkup dalam bidang filsafat mencakup dua pokok bahasan yaitu, sifat ilmu pengetahuan dan  cara-cara mengusahakan pengetahuna ilmiah. Bidang pertama berkaitan dengan filsafat pengetahuan atau epistemologi yang secara umum menyelidiki syarat serta bentuk pengetahuan manusia. Bidang kedua berkaitan dengan logika dan metodologi, pada bidang ini filsafat sering disamakan pengertiannya dengan metodologi.
Filsafat ilmu dikolompokan menjadi dua, yaitu :
1.   Filsafat ilmu umum
Kelompok ini mencakup kajian tentang persoalan kesatuan, keseragaman, serta hubungan diantara segenap ilmu.
2.   Filsafat ilmu khusus
Kelompok ini membahas tentang kategori serta metode yang digunakan pada ilmu tertentu.
Filsafat ilmu dapat pula dikelompokan berdasarkan model pendekatan, yaitu :
1.      Filsafat ilmu terapan
Yaitu filsafat ilmu yang mengkaji pokok pikiran yang melatarbelakangi pengetahuan normatif ilmu. Filsafat ilmu terapan bertitik tolak dari ilmu bukan dari filsafat. Filsafat ilmu terapan sebagai pengetahuan normatif mencakup Pengetahuna yang berpola hakekat keilmuan, pengetahuan model praktik ilmiah dari pola pikir, pengetahuan dari berbagai sarana ilmu, dan serangkaian nilai yang bersifat etis.
2.      Filsafat ilmu murni
Yaitu bentuk kajian filsafat yang menelaah  secara kritis dan eksploratif terhadap materi kefilsafatan dan membuka kemungkinan berkembangnya ilmu baru. Filsafat ilmu murni berasal dari kajian filosofis asumsi dasar yang berlaku pada ilmu.
B.       Hubungan Filsafat Ilmu dengan Epistemologi
Filsafat ilmu secara sistematis merupakan cabang dari kajian epistemologi, epistemologi sendiri memiliki dua cabang yaitu filsafat ilmu dan filsafat pengetahuan. Objek material filsafat pengetahuan adalah gejala pengetahuan, objek material fisafat ilmu adalah mempelajari gejala ilmu menurut sebab pokoknya. Filsafat penelitian meneliti setiap pengetahuan dari gejala pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, menggali kebenaran, kepastian dan tahap-tahapannya, objektivitas, abstraksi, intuisi, asal dan arah pengetahuan. Pertanyaan filsaat tidak dijawab dengan uji empiris melainkan dengan penalaran, dengan bantuan telaah epistemologi akan didapat pemahaman hakiki tentang karakter dari objek ilmu. Epistemologi tidak berakar pada periode pemikiran, tidak terkait pada prosedur praktis dan problem secara historis berkaitan dengan disiplin. Telaah dalam filsafat ilmu tergantung pada sarana dan alat untuk memproses ilmu harus selaras atau konsisten denan karekter objek material ilmu.
1.      Asumsi Beberapa Objek Ilmu
a.       Ilmu alam dan empiris
Ilmu empiris berpandangan mempelajari objek empiris dialam semesta dan berbagai gejala serta peristiwa yang mempunyai manfaat bagi manusia. Ilmu empiris mempunyai asumsi mengenai objek, antara lain :
1)      Objek-objek tertentu mempunyai kesurupaan dalam hal bentuk, struktur, dan sifat. Sehingga ilmu tidak membahas mengenai kasus individual tetapi suatu kelas tertentu.
2)      Menganggap benda tidak akan berubah dalam jangka waktu tertentu, hal ini memungkinkan kita untuk melakukan penelitian  ilmiah terhadap objek yang kita selidiki.
3)      Menganggap gejala bukan kejadian kebetulan tetapi mempunyai pola tertentu dan urut-urutkan kejadian yang sama.
b.      Ilmu abstrak
Ilmu abstrak merupakan ilmu yang tidak kasat mata dan tidak terbatas ruang dan waktu. Ilmu abstrak berfungsi untuk memperkuat tegaknya ilmu–ilmu yang lain. Objek dapat berupa konsep dan bilangan, ia berada dalam pemikiran manusia.
c.       Ilmu sosial dan kemanusiaan
Ilmu kemanusiaan juga mencakup ilmu sosial, ilmu ini merupakan ilmu empiris yang mempelajari manusia dalam segala aspek hidup, ciri khas, tingkah laku induvidu atau bersama. Objek material ilmu sosial adalah tingkah laku dalam tindakan, bersifat bebas dan tidak deterministik, mengandung pilihan, tanggung jawab, makna pengertian, dan yang lain sehingga tidak bisasehingga tidak dapat diterapi dengan predikat “sebab-akibat”. Kensekuansi epistemologi untuk memahami fenomena manusia adalah sebagai objek alamiah. Objek ilmu kemanusiaan yaitu manusia secara keseluruhan, ia melampaui status objek-bojek disekitarnya. Peneliti dalam penilitian sosial juga sebagai objek, sehingga cara berfikir dalam ilmu sosial adaalah analog pada ilmu-ilmu alah cara berfikirnya analah univok. Karena ciri diatas maka ilmu kemanusiaan menggunakan titik pangkal data kriterium kebenaran dari ilmu-ilmu lainnya.
d.      Ilmu sejarah
Objek material imu sejarah adalah data peninggalan masa lampau baik kesaksian, alat, makam, rumah, tulisan, atau karya seni. Objek ilmu sejarah tidak dapt dieksperimen karena menyangkut masa lampau dan tidak dapat dikembalikan lagi. Karena banyak hal yang mempengaruhi kemurnian objek manusiawi terkait dalam penilaian, maka objek ativitas ilmu sejarah menjadi problem dalam menentukan objektivitas.
2.      Taraf-Taraf Kepastian Subjektivitas dan Objektivitas Ilmu
a.       Evidensi
Evidensi objek pengetahuan berkatian dengan taraf kepastian pengetahuan yang dimiliki subjek, taraf kepastian subkej dalam ilmu tertentu terjadi berdasarkan evidensi objek yagn dikenal. Evidensi dan kepastian perlu dikaji dari udut asli subjek dan objek dalam gejala pengetahuan manusia pada umumnya.
1)        Dalam ilmu-ilmu empiris
Semua ilmu empiris termasuk ilmu-ilmu kemanusiaan mengejar kepastian, tetapi taraf kepastian konkret dalam ilmu empiris bersifat bebas ( tidak ada paksaan untuk disetujui). Evidensi dan kepastian dalam ilmu empiris diwarnai subjektifitas yagn membangun dan objektivitas (diluar pengalaman subjek). Maksudnya, makin dekat ilmu tertentu dengan pengalaman manusia seutuhnya makin besar pula kesatuan subjek-objeknya dan makin besar pula peran subjek dalam kesatuan itu.
2)        Dalam ilmu-ilmu pasti
Dalam taraf context of discovery ilmu pastipun masih dalam taraf coba-coba, sedangakan dalam context of justification hanya ada ungkapan yang bersifat aksiometris dan dalil-dalil yang tidak terikat ruang dan waktu. Ilmu-ilmu pasti tidak bersifat empiris, sehingga evidensinya bersifat mutlak.
b.      Objektivitas
Ilmu dikatakan objektif karena mendekati fakta-fakta yang ada secara metodis, kesulitan khusus bagi ilmu manusia yaitu dalam prakteknya tidak dapat melakukan eksperimen secara netral. Walaupun pengalaman eksperimental ilmu-ilmu manusia dibutuhkan, maka hal yang memungkinkan yaitu arah menuju kemanusiaan  yang lebih baik serta utuh. Objektifitas ilmu alam merupakan objektifitas yang menyangkut apa yagn diberikan sebagai objek. Objek belum tentu sebuah benda tetapi semua yang tampak oleh panca indera manusia.
C.      Hubungan Filsafat Ilmu dengan Cabang Filsafat Ilmu Lain
Filsafat ilmu berhubungan langsung dengan bagain-baigan dari filsafat sistematik lainnya, seperti ontologi(ciri-ciri susunan kenyataan), filsafat pengetahuan(hakekat serta otensitas pengetahuan), logika(penyimpulan yang benar), metodologi(konsep metode), dan filsafat kesusilaan(nilai-nilai dan tanggung jawab).
1.      Ontologi merupakan cabang filsafat yang mempermasalahkan masalah “ada”. Filsafat ilmu berkaitan dengan ontologi karena dalam telaahnya terhadap ilmu akan menyelidiki landasan ontologis dari suatu ilmu. Landasan ontologis tersebut dapat dicari dengan menanyakan apa asumsi ilmu terhadap objek material dan objek formal.
2.      Epistemologi merupakan teori tentang pengetahuan, pembahasannya meliputi objek pengetahuan, sumber dan alat, kesadaran dan metode, validitas pengetahuan, dan kebenaran pengetahuan. Epistemologi berusaha menjawab masalah yang muncul dalam are tertentu, meliputi konsepsi spesifik tentang subjek, objek, dan hubungan keduanya dan itu dievaluasi dan menderivikasikan keterangan untuk mengevaluasi pengetahuan dari pengetahuan tentang hubungan.
3.      Logika merupakan cabang filsafat  yang persolannya begitu rumit dan luas, tetapi berkisar pada persoalan penyimpulan khususnya berkenaan dengan prinsip dan aturan yang absah. Tatanan logis merupakan syarat mutlak bagi suatu ilmu.
4.      Metodologi berkaitan dengan suatu konsep, ia mempersoalkan apa arti sebuah metode, apa sifat dasar metode, apa ada meotde khusus bagi imu. Filsafat ilmu mempersolakan masalah metodologik yaitu mengenai azas serta alasan apakah yang menyebabkan ilmu dapat memperoleh predikat pengetahuan ilmiah. Fungsi metodologi adalah menguji apakah metode yang digunakan dapat menghasilkan pengetahuan yang valid.
5.      Etika merupakan cabang filsafat yang mempersoalkan yang mempersoalkan baik dan buruk. Hubungan filsafat ilmu dengan etika adalah mengarahkan ilmu supaya tidak menyelakakan manusia tetapi membimbing ilmu suapaya dapat menjadi sarana mensejahterakan manusia.
D.      Hubungan Filsafat Ilmu dengan Ilmu-Ilmu
1.      Perbedaan Filsafat dan Ilmu
Filsafat dan ilmu mempunyai banyak kesamaan, kedua bidang itu tumbuh darisikap reflektif, sikap bertanya, dan dilandasioleh kecintaan tidak memihak terhadap kebenaran. Hanya saja kalau filsafat dapat mempertanyakan keabsahan dan kebenaran ilmu, sedangkan ilmu tidak mampu menanyakan asumsi, metode, kebenaran, dan keabsahan ilmu. Ilmu dalam pendekatannya lebih analitik dan deskriptif (berusaha menganalisa keseluruhan unsur yang menjadi bagian-bagiannya), sedangkan filsafat lebih sintetik dan sinoptik menghadapi sifat dan kualitas alam dan kehidupan sebagai keseluruhan. Ilmu dalam pendekatannya condong menghilangkan faktor subjektivitas dan nilai-nilai untuk mendapatkan objektivitas, sedangkan fisalfat berusaha menggabungkan benda dalam sintesa yang representatif dan menemukan artinya. Filsafat lebih mementingkan personalitas, nilai-nilai, dan bidang pengalaman.
2.      Spesialisasi Ilmu
Spesialisasi ilmu terjadi karena dewasa ini setiap pengetahuan terpisah-pisah, spesialisasi pendidikan  pekerjaan dan kemajuan dalam berbagai bidang menyebabkan jurang pemisah antar ilmu semakin lebar. Ilmu selain diperluas juga diperdalam oleh ilmuwannya, sehingga timbul sub-disiplin ilmu baru yang dapat menjadi disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Disiplin ilmu yang semakin maju maka akan cenderung menciptakan disiplin ilmu baru. Evolusi ilmu berlangsung menurut kecepatan dan percepatannya, kecepatan dapt berubah dari masa ke masa dan percepatan terjadi karena ada rangsangan dan kebutuhan.
3.      Kerjasama Filsafat dengan Ilmu
Filsafat dewasa ini secara kritis menganalisa konsep-konsep dan memeriksa asumsi dari ilmu demi arti dan validitasnya. Filsafat juga berusaha mengatur panadangan berbagai ilmu khusus kedalam suatau pandangan hidup dan dunia yang tersatupadukan, komprehensif dan konsisten. Hubungan filsafat dengan ilmu bermakna bahwa fisafat tidak akan berkembang baik jika terpisah dengan ilmu, dan ilmu juga tidak akan berkembang baik tanpa adanya kritik dari filsafat.filsafat membedakan antar ilmu dengan scientisme (pandangan yang memutlakan metode dan kebenaran ilmu, sehingga tidak ada kebenaran diluar ilmu). Hubungan filsafat dan ilmu lebih erat pada ilmu manusia daripada ilmu alam, karena ilmu alam lebih condong berwatak netral. Filsafat dapat menyumbang dalam memperlancar intregrasi antar ilmu-ilmu yang sangat dibutuhkan. Filsafat bertugas untuk membangun pandangan keseluruhan, kehidupan dan pandangan tentang alam, dan untuk mengitregrasikan pandangan ilmiah dengan pandangan lain supaya mendapatkan pemahaman menyeluruh dan konsisten. Studi multidisipliner mencirikan adanya pandangan dari berbagai sudut dan mendapatkan gambaran menyeluruh. Kerjasama disiplin ilmu dalam multidisipliner tidak menyatupadukan metodenya tetapi korespondensi antar disiplin yang otonom, pendekatan multidispliner tidak diarahkan menciptakan disiplin ilmu baru.
E.       Kesimpulan
       Berfikir secara filsafati adalah berfikir untuk menemukan kebenaran secara tuntas. Analisis filsafati harus ditekankan kepada upaya keilmuan dalam mencari kebenaran yang terkait erat dengan aspek-aspek moral seperti kejujuran.filsafat mempunyai wilayah luas dan perhatian transenden daripada ilmu-ilmu. Filsafat ilmu meneliti hakekat ilmu, diantarannya paham kepastian, kebenaran, dan objektivitas. Filsafat ilmu merupakan pengetahuan tentang ilmu yang didekati secara filsafati dengan tujuan lebih mengfungsionalkan wujud keilmuan baik secara moral, intelektual, maupun sosial.

Minggu, 31 Maret 2013

Jadwal MOTO GP 2013



NoTanggalJam (WIB)SeriSirkuitJuaraCuplikan
Video
1Senin,08/04/201302.00Commercial Bank Grand Prix of QatarLosail Circuit
2Senin,22/04/201302.00Red Bull U.S. Grand PrixCircuit of the Americas
3Minggu,05/05/201319.00Gran Premio bwin de Espana - SpanyolJerez
4Minggu,05/05/201319.00Monster Energy Grand Prix de France - PerancisLe Mans
5Minggu,02/06/01319.00Gran Premio d'Italia TIM - ItaliaMugello
6Minggu,16/06/201319.00Gran Premi Aperol De Catalunya - SpanyolCircuit de Catalunya
7Sabtu,29/06/201320.00Iveco TT Assen - BelandaAssen
8Minggu,14/07/201319.00eni Motorrad Grand Prix Deutschland - JermanSachsenring
9Senin,22/07/201302.00Red Bull U.S. Grand Prix - Amerika SerikatMazda Raceway
10Senin,18/08/201301.00Red Bull Indianapolis GP - Amerika SerikatIndianapolis Mtr Speedway
11Minggu,25/08/201319.30bwin Grand Prix České republiky - ChekoAutomotodrom Brno
12Minggu,01/09/201319.00Hertz British Grand Prix - Inggris RayaSilverstone
13Minggu,15/09/201319.00GP Aperol di San MarinoMisano
14Minggu,29/09/201319.00Gran Premio Iveco de Aragón - AragonMotorLand Aragon
15Minggu,13/10/201315.00Malaysian Motorcycle Grand PrixSepang Circuit
16Minggu,20/10/201312.00Australian Grand PrixPhillip Island
17Minggu,27/10/201312.00Grand Prix of JapanMotegi
18Minggu,10/11/201320.00Gran Premio Generali de la Comunitat ValencianaComunitat Valencia
Referensi :
http://www.vioomax.com/artikel/sport/2013_jadwal_kalender_siaran_langsung_motogp_2013.htm